Apa yang Harus Anda tau tentang MLM

tentang MLM

Sobat Nulis Iklan, Gak lengkap rasanya kalau bicara bisnis tanpa membahas bisnis MLM ( Multi Level Marketing )

Dalam Postingan ini Anda akan memahami secara lengkap Apa itu MLM, Perbedaan MLM dengan KOnvesional Marketing, MLM antara harapan dan realitas, dll...

OK, Kita langsung ke Pokok pembahasan...

POKOK-POKOK PEMBICARAAN
SEMINAR “MLM VERSUS KONVENSIONAL MARKETING”
(APA YANG HARUS ANDA KETAHUI TENTANG MLM)
Di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta
Kamis, 21 September 2006
Oleh: Bambang Jasnanto

RINGKASAN

Masyarakat perlu memahami MLM secara benar dan kritis, sebab MLM merupakan terobosan baru dibidang bisnis yang sangat bagus dan bahkan spektakuler dibandingkan bisnis konvensional umumnya, namun realitasnya sering jauh berbeda dari konsep atau teori yang ada, bahkan sangat tidak layak untuk dikerjakan, banyak dijumpai kegagalan.

Bagaimana mengetahui semua itu? MLM itu apa? Apa bedanya dengan konvensional marketing? Apa bedanya MLM yang benar, MLM yang benar dan layak dikerjakan, dengan MLM yang tidak benar (Money game)?

Kenapa begitu jauh antara harapan dengan realitas dalam dunia MLM, dan bahkan terjadi berbagai penyimpangan? Adakah parameter MLM yang benar dan layak untuk dikerjakan oleh masyarakat? Akan dibahas dalam seminar ini. Semoga bermanfaat!


SEJARAH NETWORK MARKETING

1. Tahun 30-an Amerika dalam resesi, pabrik-pabrik hanya mampu memproduksi barang, namun tidak mampu MEMPROMOSIKAN dan MENDISTRIBUSIKAN

2. Ide “Konsumer sekaligus Distributor dan Promotor”, mengatasi masalah.


SEJARAH SINGKAT DISTRIBUSI PRODUK

1. Abad ke 19, kedei-kedei seperti toko roti, toko daging dll, dianggap paling bagus

2. Muncul ide kedai-kedai dalam satu tempat oleh WT. Grant, sehingga muncul konsep Departemen Store. Awalnya Departement Store dianggap melanggar hukum, sampai WT. Grant di penjara, namun momentum Departement Store samasekali tidak bisa dibendung. WT. Grant bebas dan Departement Store semakin berkembang.

3. Dari Departement Store, muncul Shoping Mall, Franchishing, hingga Hyper Market dan Network Marketing, masing-masing memiliki momentum sendiri-sendiri yang tidak bisa di bendung


MLM ITU APA?

Salah satu metode pemasaran, dimana “user sekaligus promotor dan distributor”

Prinsip kerja: “Amal Jariah” (dalam Islam), “Dana Punia” (dalam Hindu Bali), “Defose” (Dalam Katholik/Protestan) maka income berdasarkan kerja pribadi dan seluruh jaringannya

Melalui MLM seseorang Mendapat Produk dengan kualitas yang bagus,
dengan Harga yang lebih murah dari harga sejenis di pasaran bebas atau setidaknya sama,
sekaligus mendapatkan peluang usaha (belanja produktif)


APA BEDANYA MLM DENGAN KONVENSIONAL MARKETING?

MLM

1. User sekaligus bintang iklan (promotor) dan distributor

2. User belanja produktif (user berbelanja, mendapat produk, produk dipakai sendiri sambil mempromosikan kepada orang lain, mendapat peluang usaha)

3. Penikmat keuntungan merata, semakin banyak masyarakat yang turut menikmati keuntungan dari sistem MLM

4. Efisiensi sebab pemotongan jalur distribusi dan promosi dilakukan oleh user sendiri (lihat ilustrasi dibawah)

5. User  sekaligus berfungsi sebagai bintang iklan dan  harus menjadi wajah dari produk, siapapun bisa menjadi bintang iklan

6. Produk umumnya kualitas premium (umumnya bersertifikat nasional maupun internasional)

7. Diperlukan modal kecil, resiko kecil, keuntungan eksponensial (1,2,4,8,16,32 dst)

8. User membentuk network-user

9. Jam kerja unlimited, sejumlah angota tim satu group yang aktif

10. Kurang Piramidis, siapa yang mendatangkan omzet besar, maka bonus lebih besar (tergantung bagaimana marketing plan)

11. Menunjukan pada masyarakat bagaimana meningkatkan daya beli terhadap produk/jasa yang ditawarkan

12. Diperlukan toko/kantor/gudang khusus namun tidak sebanyak dan serumit dalam konvensional marketing

13. Kunci Kesuksesan diberikan secara Cuma-Cuma

14. Umumnya dibimbing coucher yang berpengalaman dan sudah sukses

15. Sistem telah tersedia, member tinggal menjalankan

16. Tidak perlu mengurus urusan administrasi, birokrasi dll

17. Menjanjikan kebebasan finansial, kebebasan waktu serta keringanan tanggung jawab, dengan modal, keahlian, tingkat pendidikan yang relatif minim

18. Selalu menghargai informan. Contoh: Jika X mau berbelanja produk ke Y melalui perantara A, kapan saja, berapa saja X mau belanja ke Y lagi, maka A akan selalu mendapatkan fee (bonus)/komisi.

19. Semakin menciptakan sebanyak mungkin “down line” yang sukses, maka dirinya sendiri akan semakin sukses

20. Profit sharing biasanya rumit dan banyak jebakan

KONVENSIONAL MARKETING

1. User (Pembeli) adalah raja, dan terpisah dengan jalur promosi dan distribusi, Namun menanggung seluruh beban biaya promosi, distribusi dll

2. User belanja konsumtif (user berbelanja, mendapat produk, dipakai lalu habis)

3. Cenderung monopoly dan penikmat keuntungan hanya pelaku dibidang promosi, distribusi

4. Jalur pemasaran yang sangat panjang yang tidak atau kurang efektif dan efisien, baik dilihat dari proses promosi maupun distribusi (lihat ilustrasi dibawah)

5. Bintang Iklan tidak harus/Belum tentu user. Bintang iklan harus orang-orang yang terpilih

6. Kualitas produk dari tingkat paling rendah hingga premium (dari yang ilegal sampai yang bersertifikat internasional)

7. Diperlukan modal besar, resiko besar, keuntungan linear (1,2,3,4 dst)

8. Diperlukan lembaga promosi, distribusi dan sales

9. Jam kerja sangat terbatas

10. Sangat Piramidis

11. Tidak menunjukan pada masyarakat bagaimana meningkatkan daya beli terhadap produk/jasa yang ditawarkan

12. Diperlukan toko/kantor/gudang khusus

13. Kunci Kesuksesan dirahasiakan

14. Umumnya tidak dibimbing oleh coucher yang berpengalaman

15. Sistem harus dipersiapkan dan dibangun

16. Harus mengurus segala urusan administrasi, birokrasi dll

17. Aktif income, kalaupun bebas finansial Belum tentu memiliki kebebasan waktu, diperlukan keahlian khusus, pendidikan khusus

18. Tidak selalu menghargai informan (orang yang memberikan informasi), bahkan cenderung melupakan. Contoh: Jika X mau berbelanja produk ke Y melalui perantara A, begitu X mau belanja lagi Y, kemungkinan kecil akan menghargai A

19. Untuk bisa berkembang senantiasa memakai “teknik renang” yang harus menyingkirkan dengan tangan, menendang dengan kaki seluruh pesaing dan bahkan bawahan sendiri

20. Profit sharing biasanya sederhana dan tanpa jebakan

KENAPA NETWORK MARKETING ?

1. Dunia bisnis, sebagaimana dunia pengetahuan dan teknologi lainnya semakin lama semakin efektif dan efisien (sebelum MLM = Belanja Konsumtif, sesudah MLM = Belanja Produktif).

2. Tidak ada satupun pekerjaan didunia ini yang paling aman (secure), maka MLM menjadi alternativ “side job” dan bahkan “main job” yang sangat bagus.

3.Pekerjaan yang paling demokratis dan egaliter (Siapapun bisa menjadi leader), tanpa memandang dan menuntut latar belakang social, ekonomi, pendidikan dll yang diatas rata-rata

4.Pekerjaan yang paling fair, penghasilan bisa dikontrol, jaringan bisa dikontrol dengan sangat baik

5.Menunjukkan pada masyarakat, bagaimana cara meningkatkan daya beli terhadap produk yang ditawarkan

6.Pekerjaan yang peningkatan penghasilannya bisa secara eksponensial

7.Menjanjikan kebebasan finansial, kebebasan waktu, serta keringanan tanggung jawab, dengan modal, keahlian, tingkat pendidikan yang relatif ninim.

8.Sebuah alternatif untuk menjawab tantangan “betapa makin sulitnya mencari lapangan pekerjaan”

9.Tidak mudah terpengaruh situasi apapun (politik, ekonomi, keamanan dll) didunia (sangat kecil pengaruhnya), kecuali kalau seluruh dunia kacau/konflict semua.

10.Bisa dikerjakan dimana saja, kapan saja (khususnya melalui internet), market global

11.Kemampuan orang bekerja satu hari adalah 8 jam (rata-rata), dalam Network Marketing unlimited (sebanyak Down Line yang aktif)

12.Selama ini orang bekerja untuk mendapat uang, dan dalam bisnis jaringan bisa mencapai uang bekerja untuk kita.

13.Realisasi prinsip ekonomi “Dengan modal sekecil mungkin mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin”. Bisnis konvensional untuk mendapatkan keuntungan Rp 100 juta/bulan setidaknya diperlukan modal Rp 1 milyar, sedangkan di bisnis network Marketing, cukup Rp 500.000,- - Rp 600.000,- saja.

14. Baca juga penjelasan 20 point, pada pembahasan ”Apa beda MLM dengan konvensional marketing” diatas.


NETWORK MARKETING ANTARA HARAPAN DAN REALITAS

MLM secara konsep sebagaimana diutarakan diatas sungguh luar biasa, sayang realitasnya kebanyakan justru sebagaimana terlihat sebagaimana berikut:

Selama ini masyarakat,  DISURUH KERJA KERAS, DIBAYAR DENGAN BONUS YANG KECIL DAN LAMA (1,5 s/d 2 bulan lebih), SYARAT MACAM-MACAM (TUTUP POINT, KUALIFIKASI BEBERAPA BULAN, TOTAL GROUP SALES, SIDE VOLUME, HILANG OMZET DLL) dan dilengkapi dengan TIDAK TRANSPARAN, anehnya MASYARAKAT MASIH BISA FANATIK!!!

Masyarakat selama ini DIBERI KEMBANG GULA TETAPI BERISI RACUN (PERINGKAT, REWARD, BONUS TERPANDING DLL). Hanya SUPERMAN saja yang mampu menimkati KEMBANG GULA BERISI RACUN ITU (Marketing Trap).

MLM merupakan terobosan baru dibidang bisnis yang dahsyat, tetapi realitasnya kebanyakan orang gagal (jaringan ribuan, tetapi income yang diperoleh tidak sesuai dengan hasil kerjanya)

GAGAL, FRUSTASI, JENUH dll DALAM MLM bukannya karena member TIDAK KERJA KERAS, TIDAK KOMITMEN, TIDAK PENUH INTEGRITAS, TIDAK FOCUS DLL, melainkan
Leader buta MLM menuntun member buta MLM

MARKETING PLAN YANG TERLALU MEMIHAK KE PERUSAHAAN

Selanjutnya BUKTI KESENJANGAN & FAKTOR KEGAGALAN DALAM BISNIS MLM

Nulisiklan.com

No comments for "Apa yang Harus Anda tau tentang MLM"

Berlangganan via Email