Benarkah setiap rekrut member / orang dalam bisnis itu haram?

rekrut member

Benarkah setiap rekrut member / orang dalam bisnis itu haram? Banyak Orang yang beranggapan bahwa ketika sistem bisnis memgharuskan untuk mencari orang, mengajak Orang atau merekrut member / orang itu sama dengan MLM / Haram.

Pertanyaannya?

Bukankah di bisnis konvensional, seorang sales marketing freelance juga dituntut untuk menjual produk dan membentuk jaringan keagenan sebanyak - banyaknya?

Yang artinya, seorang marketing harus mancari orang yang mau membeli produk yang dia tawarkan dan mengajak Orang untuk menjadi agen, agar terbentuk jaringan pemasaran sehingga omset penjualan meningkat dan bonus bertambah besar.

Dan ketika jaringan keagenan tersebut sudah terbentuk, Marketing  bisa saja santai - santai di rumah ( dan tetap berpenghasilan dari keagenan yang dia bentuk ), karena semua sudah di handle Oleh CS dan bagian pengiriman.

Di dunia Digital, sistem Sales marketing Online sering disebut dengan istilah Affiliate marketing.

Jika di dunia Offline, sales marketing hanya dibekali brosur dengan nama dan nmr telepon Sales yang tercantum dibawahnya.

Sementara di dunia Online, Sales Affiliate dibekali dengan sebuah Website atau Landingpage yang sudah ada ID Refferal masing - masing Sales Affiliate.

Dengan ID ini, perusahaan akan tau bahwa yang berkunjung atau belanja ke perusahaan adalah konsumen nya Sales A atau si B.

Diantara Sales Marketing Offline & Marketing Offline memiliki beberapa persamaan seperti :

1. Menjualkan produk perusahaan. 

Marketing Offline lebih ribet karena terkadang harus membawa produk nya langsung ke calon konsumen. Atau untuk produk - produk tertentu, Marketing Offline hanya membawa brosur produk dan mengarahkan calon konsumen untuk datang lansung ke toko / dealer jika si calon konsumen berminat membeli. Contohnya : Produk Motor / Mobil.

Sementara Marketing Online / Marketing Affiliate hanya perlu mencantumkan Link landingpage dengan kode ID nya dalam setiap promosi di WA maupun di media Social.

Cara kerja Marketing Affiliate hanya mengarahkan calon konsumen untuk membeli langsung di website resmi perusahaan.

Dari penjualan tersebut, perusahaan menyisihkan sebagian keuntungannya untuk diberikan kepada marketing.
Apakah ini sesuai syariah? 

Tentu saja ini di bolehkan Oleh hukum agama karena tidak ada satu pun dalil yang melarang perusahaan memberikan sedikit keuntungannya kepada marketing.

Justru menjadi dosa ketika perusahaan tidak memberikan hak nya marketing karena sudah menjadi perantara penjualan produk dengan sistem pembagian keuntungan yang sudah ditentukan.

2. Kerjanya hanya mencari Orang / mengajak Orang.

Ya memang seperti itu tugas marketing. Seorang marketing di semua perusahaan baik Offline maupun Online, memiliki satu tugas yang sama yaitu mencari Orang untuk membeli produk perusahaan yang kita tawarkan dan mengajak Orang untuk menjadi agen / ikut memasarkan produk tersebut.

Ketika seorang marketing berhasil menjual produk maka akan mendapatkan bonus / fee dari perusahaan. Dan ketika marketing punya prestasi bagus, mampu membentuk jaringan keagenan, umumnya perusahan juga akan memberikan reward, bonus prestasi / royalty dari omset belanja yang dilakukan Oleh agen yang dibentuknya. 

Disinilah masa2 marketing menikmati hasil kerjanya di awal, dimana dia tidak perlu komunikasi dengan agen2 nya utk mengurusi pemesanan barang karena semua sudah di handle Oleh Customer Service. Untuk pengiriman barangpun perusahaan sudah menyiapkan Tim untuk mengurusi Packing dan pengiriman sampai ke agen.

Bahkan pada kasus tertentu, marketing yang berprestasi ini akan diangkat Oleh perusahaan sebagai Direktur Marketing.

Dunia Berubah

Saat ini teknologi digital sudah sangat canggih, dimana perusahaan dapat mendata keagenan dan membentuk sistem pembagian keuntungan dengan sangat mudah.

Jika 10 tahun yang lalu, perusahaan harus menginput data secara manual untuk menentukan bonus2 marketing. Saat ini semua serba autopilot dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Perusahaan2 saat ini cenderung memilih sistem bisnis affiliate untuk dijadikan sebagai strategi marketingnya.

Memanfaatkan kecanggihan dan kemudahan teknologi internet, ternyata sistem affiliate terbukti mampu mendongkrak omset perusahaan dan menaikkan branding perusahaan.

Strategi marketing ini juga digunakan oleh salah satu marketplace besutan alibaba group. Saya sebut saja namanya fingo. 

Baru 1 tahun launching di malaysia, saat ini fingo menjadi marketplace terbesar kedua di malaysia, bahkan saat ini fingo sudah membuka cabangnya di thailand dan singapura. Awalnya Mei ini akan launching di Indonesia namu tertunda karena Corona. 

Selengkapnya Tentang Bisnis Fingo

Selain fingo ada juga persahaan Indonesia yang menggunakan strategi marketing yang sama ( Affiliate marketing ) saya sebut juga namanya BIOTEKNO, yang saya juga menjadi marketing affiliate disana.

Produk biotekno sangat tersohor, punya kualitas premium bahkan produknya juga dieksport sampai rusia.

Sebagai Orang Indonesia kita juga patut bangga punya saudara Warga Indonesia yang bisa memproduksi herbal yang bertaraf internasional.

Hubungi saya jika berminat jadi agennya!
Dan dapatkan bimbingan Marketing Online dan ilmu Copywriting sepert Soft selling, covert selling, story telling dan hipno selling.

Kembali ke topik affiliate marketing.

Inilah kecerdasan perusahaan dengan memilih sistem affiliate sebagai strategi marketingnya. Dengan sistem Affiliate, brand perusahaan dengan sangat mudah dan begitu cepat dikenal di masyarakat tanpa perlu mengeluarkan budget besar untuk promosi.

Bayangkan saja jika perusahaan menggunakan strategi marketing konvensional, berapa miliar yang harus dikeluarkan untuk iklan di TV, menunjuk artis sebagai brand ambasador, membuat event2 live dsb. Dari informasi yang saya dapat melalui media Online, biaya promosi perusahaan sekelas bukalapak bisa sampai 800 an Miliar.

Nah, perusahaan yang menggunakan sistem bisnis affiliate, menggunakan budget promosi ini untuk dibagikan kepada marketing affiliate sebagai bonus penjualan, karena secara tidak langsung merekalah yang menjadi brand ambasador.

Ikuti perkembangan atau tertinggal.

Saat ini teknologi sudah semakin maju dan canggih, dimana seseorang dapat memulai usaha hanya dengan bermodal HP dan kuota. Tidak semua yang mencari orang / mengajak orang itu pasti MLM dan haram.

Saya kira semua penjual termasuk Anda juga mencari orang ( pembeli ) dan mengajak orang ( untuk menjadi agen ) karena dengan semakin banyak agen kita yang terbentuk, maka Omset akan semakin besar.

Pelajari sistemnya, pelajari cara kerjanya, jangan sampai karena Anda merasa gaptek teknologi, dan tidak mampu menjalankan bisnis dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi kemudaian Anda menghukumi tidak boleh atau bahkan haram, karena penghasilan kita yang terus mengalir meskipun kita hanya santai - santai dirumah.

Nulisiklan.com

No comments for "Benarkah setiap rekrut member / orang dalam bisnis itu haram? "

Berlangganan via Email